Minggu, 20 Agustus 2023

Apa Pengertian Streptomisin

Streptomisin adalah antibiotik yang pertama kali ditemukan pada tahun 1943 oleh ahli mikrobiologi asal Amerika Serikat bernama Selman Waksman dan timnya. Streptomisin biasanya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, terutama yang menyebabkan tuberkulosis.

Streptomisin termasuk dalam kelas antibiotik aminoglikosida, yang bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dalam bakteri. Antibiotik ini ditemukan dari kultur bakteri Streptomyces griseus, yang ditemukan di tanah oleh Selman Waksman. Sejak ditemukan, streptomisin telah menjadi salah satu antibiotik paling penting dalam pengobatan infeksi bakteri.

Streptomisin memiliki sifat bakterisidal, yang berarti antibiotik ini dapat membunuh bakteri secara langsung. Obat ini umumnya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik lain atau ketika antibiotik lain tidak efektif dalam mengobati infeksi.

Namun, penggunaan streptomisin juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain gangguan pendengaran, kerusakan saraf, dan masalah ginjal. Oleh karena itu, penggunaan streptomisin harus diawasi secara ketat oleh dokter atau profesional medis yang terlatih.

Streptomisin juga digunakan dalam bidang pertanian sebagai pestisida untuk mengendalikan serangga dan hama tanaman. Penggunaan streptomisin dalam pertanian juga perlu diatur secara ketat untuk memastikan tidak ada residu yang membahayakan manusia atau hewan yang mengonsumsi produk tanaman yang diberi pestisida tersebut.

Seiring waktu, resistensi terhadap streptomisin telah berkembang dalam beberapa bakteri. Oleh karena itu, penggunaan streptomisin dalam pengobatan infeksi bakteri perlu diatur dengan hati-hati dan hanya digunakan ketika diperlukan. Pemilihan antibiotik yang tepat dan penggunaannya dengan bijak sangat penting untuk menghindari resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Dalam streptomisin adalah antibiotik aminoglikosida yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, terutama tuberkulosis. Obat ini ditemukan pada tahun 1943 oleh Selman Waksman dan timnya dan telah menjadi salah satu antibiotik paling penting dalam pengobatan infeksi bakteri. Namun, penggunaan streptomisin harus diawasi secara ketat dan hanya digunakan ketika diperlukan untuk menghindari efek samping dan resistensi bakteri terhadap antibiotik.